Postingan

Mendekati Cita

Gambar
Ia, ada jauh sebelum kehadiran mu, sebelum kamu menjadi matahari di konstelasi tata surya ku, Ia adalah pelangi di setiap hujan deras di hidup ku, yang aku impikan menjadi dekat dan nyata.  Tidak, jangan salah paham, aku tidak berkisah tentang manusia lain, aku berkisah tentang sesuatu, yang konon hanya dengan membayangkannya saja mampu membangkitkan semangat hidup ku. Sesuatu yang sangat layak untuk aku perjuangkan, dimana aku telah banyak menyaksikan, orang-orang gugur satu-satu di perjalanan menemuinya, mereka yang mulai berhenti bertanya, berhenti memaknai, kemudian lupa akan Ia, tergantikan dengan bermacam-macam alasan.  Coba jawab ini, pernahkah kamu terbangun dari tidur tak sengaja dan kesadaran membisikan kalau jiwamu tidak lagi sama, berbeda, merasa tidak seharusnya? Kesadaran selalu membisikan realita pada diriku, polos, tidak mengada-ada. Pernahkah kamu ingin pergi jauh menjelajah dunia dengan alasan untuk mencari makna hidup karena sudah tak kau kena...

SENDIRI LEBIH DARI JOMBLO

Gambar
Aku suka jalan sendiri, duduk sendiri, makan sendiri, mendengarkan langkah kaki diri sendiri, suara hati, menikmati ruang sendiri. Dan kadang sekadar untuk bertemu orang-orang dengan pelbagai macam ekspresi di keramaian. Yang kemudian aku mulai permainan menebak satu-satu, jadi orang paling sok tahu, di mana pertanyaan-pertanyaan ini berputar dalam pemikiran ku... "Hmm, mereka terlihat sangat bahagia (?) Hmm, kenapa mereka terlihat sedih (?) Wah, mereka berdebat apa sih, asik sekali (?) Wah, romantis sek ali pasangan-pasangan itu (?)" Dan pertanyaan-pertanyaan lain. Namun pertanyaan sesungguhnya adalah kepada diri sendiri "untuk apa ku lakukan semua ini?" Sebenarnya tujuannya cuma satu, mencari alasan praktis kenapa aku harus bersyukur dengan keadaan ku saat merasa kekurangan. Karena... "bisa jadi Aku mengeluh, tapi sebenarnya masalahku belum tentu seberat masalah mereka yang terlihat bahagia tertawa terbahak-bah...
Gambar
Social Validation ala ala. -baca perlahan, agar mendapat rahmat, πŸ˜‰πŸ˜‰ Jadi hari ini saya pos form  bit.ly/LeoSocialValid  tentang validasi sosial diri saya, hasilnya menarik dan menyenangkan malah! (silakan bagi yang mau isi, terbuka selamanya! Kalau bisa, haha) Banyak mengetahui pandangan orang lain tentang diri ini, tapi yang lebih menyenangkan adalah mengetahui bahwa masih ada orang-orang yang mau meluangkan waktunya untuk saya dengan cara sesederhana mengisi form yang saya buat itu, yang sebenar-benarnya bukan urusan mereka kan? mengetahui itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat saya bahagia dalam syukur (emot senyum) Jadi, gimana tanggapan yang didapat? haha, datanya antimainstream abis! Faraday! tapi masih bisa dibaca polanya dan masih bisa saya tarik benang merahnya. Jadi, benangnya sudah dibuat kain, benang-benang tersebut antara lain ada yang benar-benar absurd ngisi sesuka hatinya aja (ngakak sih, pengen ku doain deh, πŸ˜‡kan ga boleh ngatain)...

Anti Alergi, ALERGI AGAMA

Gambar
         Aku sering berpikir. Orang -orang sekarang alergi d engan hal -hal yg berbau -bau agama seben a rnya ada apa ya? Apakah k arena stigma yg salah? Stigma yg mana? Ini cuma opini aku ya selaku orang awam yang punya banyak relasi orang-orang yang "mungkin" islamophobis, liberalis, skeptis maupun yg sekedar "ignore" saja (semuanya sih ignore tapi supaya spesifik aja) . Sepertinya mereka-mereka ini, baik yg beridentitas "muslim" maupun non muslim punya alergi dari akar pemicu yg sama. Stigma yg salah. Stigma yang aku maksud di sini ada 2: 1. Stigma bahwa agama adalah " HANYA " kepercayaan kepa d a gaib ( T uhan atau apapun itu) sehingga k a r e n a sifatnya internal pribadi maka agama tidak boleh keluar kepada norma -norma sosial lainnya (etika, kesopanan dan hukum). Agama hanya boleh berisi ajaran k e p a d a manusia atas Tuhan, dan bagaimana berinteraksi d en g a n T uhan. 2. Stigma t en t an g formalitas agama. Merek...

Lebih Dari Menghargai

Gambar
"Kita selalu pernah menghargai perasaan orang lain jauh lebih tinggi dari perasaan kita sendiri, terutama jika seseorang itu memang berarti. ~Menyenangkan hatinya lebih dari sekadar menenangkan hati sendiri.~ Namun hidup tidak selalu linear, mengharapkan hal yang sama kembali kepadamu adalah terlalu muluk. Karena jika saja niat dan doanya adalah untuk yang lain, maka kehilangan jadi milikmu." Ada ikhtiar untuk mengatakan semua ikhlas dan ada niat untuk mengatakan "mari saling memahami"  Kedua hal ini akan saling berpengaruh saat kita memohon  Feedback akan semua rasa menghargai yang kita beri. Inilah yang salah. Bayangkan saja jika itu yang kamu minta pada orangtua yang sudah lama menemani dan mencukupi hari mu. Betapa baiknya orangtua jika memberikan semua padamu bahkan hal yang kamu anggap sepele. Dan kamu berdiri leluasa pada penderitaan dan tidak memberikan pelukan cinta saat mereka tidak berdiri seleluasa yang kamu rasakan. Aku iri sejenak pada lelua...

The Innocent of his story?

Gambar
Saat makan di tempat makan (makan di tempat minum, minum di tempat makan, makan dan minum, minum makanan, makan min.. Intinya ritual makan di tempat umum tadi siang, 20 Maret), saya berkesempatan menjadi saksi dengar langsung proses komunikasi mengenai bagaimana suatu cerita sejarah bisa menjadi begitu beragam dan semakin memudar terhadap kejadian yang sesungguhnya. Saya tidak sengaja kemudian sengaja mendengarkan (nguping innocent) diskusi serius antara dua orang di meja lain, mereka (sebut saja x dan y) membicarakan mengenai cerita HP Xiaomi  Redmi 5 plus yang baru-baru ini dipasarkan dengan harga terjangkau Inti dari nguping innocent yg saya dapatkan adalah X tipe orang penasaran dan selalu bertanya detail hingga Y kewalahan menjawabnya (terdengar dari nada suara yg tidak lugas), Y dengan keterbatasan database nya tetap mencoba menjawab pertanyaan dari X. Dan saya tahu bahwa informasi yg disampaikan Y kepada X sebenarnya tidak akurat berdasarkan apa yg saya baca langsung d...

Growth Mindset (Agenda Mari Menikah)

Gambar
Tidak ada yang salah menunjukkan kamu peduli dengan seseorang dan mempunyai perasaan lebih kepadanya, yang salah adalah berharap seseorang itu menunjukan hal yang sama, bahkan melakukan hal serupa dengan kita, beririsan dalam garis waktunya. Namun perlu diingat, apa yang kita harapkan atas seseorang itu bisa jadi berbuah mengecewakan, tak jarang bahkan hanya sederet kata, frasa atau sebuah kata telah cukup jadi benih kekecewaan. Menjadikan kita seseorang yang krisis eksistensi, terkurung dalam duga dan presepsi diri sendiri, melayang-layang dalam aliran gejolak perasaan. Namun, berharap kepada seseorang tidak semata-mata sebuah kesalahan, yang salah adalah berharap disertai panjang angan, karena sebenarnya pada skala yang terukur semua hanya perihal ruang dan waktu. "Aku butuh ruang di sisimu, Aku butuh ada di garis waktumu, kadang Aku butuh jeda yang sesuai, tapi bisa jadi Kamu tidak mengerti akan hal itu, atau tidak menganggap lebih akan hal itu." Kembali lagi ...